Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto mengimbau masyarakat untuk tidak mudah mempercayai kabar maupun berita yang belum bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Termasuk berkaitan dengan kabar adanya penculikan anak yang marak di media sosial.

“Untuk kabar tentang penculikan anak, sampai saat ini Polres Pekalongan Kota belum menerima laporan adanya kasus penculikan anak, ataupun keluarga yang melaporkan ada anggota keluarganya yang hilang karena diculik,” kata Kapolres, Senin (6/3).

Artinya, saat ini isu tersebut hoax, tidak ada di Kota Pekalongan. “Kami imbau masyarakat dalam menyikapi berita-berita seperti itu akan lebuh baik apabila langsung menyampaikannya ke kepolisian terdekat karena berita tersebut belum sepenuhnya benar,” imbuh dia.

Kapolres menyampaikan langkah-langkah yang sebaiknya diambil masyarakat ketika menerima informasi. Langkah pertama adalah tidak langsung menyampaikan atau menyebarkan berita itu.

Lebih baik dicek terlebih dahulu untuk membuktikan apakah kabar berita tersebut benar ataukah bohong alias hoax. “Untuk membuktikan, memang bukan kewenangan masyarakat. Tetapi sampaikan atau tanyakan ke kepolisian terdekat. Jangan justru menanyakannya dengan cara menyebarkan melalui medsos. Kalau seperti itu, kalau ternyata beritanya hoax atau bohong, berarti kita malah ikut memviralkan berita bohong,” tandasnya.

Yang namanya informasi, tegas Kapolres lagi, harus dipahami bisa jadi informasi itu benar atau tidak. Bisa jadi tidak seluruhnya benar, dan tidak seluruhnya salah.

Akibat seringnya kabar hoax, jangan sampai pula masyarakat jadi imun atau kebal terhadap sebuah informasi. “Bisa jadi nanti ada sebuah informasi yang sebenarnya itu informasi benar, tetapi masyarakat malah tidak percaya dengan kebenaran informasi tersebut. Maka sekali lagi, kita harus bijak dalam menyikapi perkembangan informasi dewasa ini,” pungkas AKBP Enriko Sugiharto Silalahi.

Sumber :

  1. http://radarpekalongan.com/80632/terpancing-isu-penculikan-di-medsos-orang-gila-jadi-bulan-bulanan-warga/
  2. http://radarpekalongan.com/81341/lagi-korban-hoax-penculikan-anak-babak-belur-di-hakimi-warga/