Keluarga besar kampus Universitas Pekalongan (Unikal) dibikin kelabakan, paska munculnya poster kegiatan mahasiswa berbau komunis di media sosial (Medsos). Belakangan, poster tersebut ternyata diketahui hoax. Poster tersebut berisi lomba baca puisi antar sekolah se-Kota Pekalongan itu.

Namun demikian, adanya poster hoax dimaksud membuat civitas akademik kampus di Jalan Sriwijaya tersebut langsung menggelar rapat dipimpin Rektor Unikal Suryani untuk mensikapi informasi dimaksud, Kamis (16/2) siang. Bahkan, pihak Kodim 0710/Pekalongan serta Polres Pekalongan Kota, sempat mengklarifikasi kebenaran terkait informasi di medsos tersebut ke Unikal.

“Apa yang ada di Medsos itu hoax. Kita (kampus, red), tidak ada agenda apa yang tertera dalam poster yang sudah tersebar di Medsos tersebut. Kami tegaskan itu hoax, dan tidak ada acara dimaksud,” tegas Rektor Unikal Suryani, kepada suaramerdeka.com, Kamis (16/2).

Pihaknya menegaskan, tidak akan mungkin pihak Unikal mengijinkan kegiatan mahasiswa yang berbau komunis. “Kami pastikan Unikal tidak mungkin mengijinkan acara tersebut. Kami tidak tinggal diam, sedang dikoordinasikan dengan pihak kejaksaan maupun kepolisian untuk menelusuri awal mula munculnya poster hoax dimaksud,” tegasnya.

Dijelaskan, selama ini setiap kegiatan mahasiswa harus melalui izin dari pihak kampus, maupun rektorat. Menyikapi informasi hoax dimaksud, pihaknya mengaku masih menelusuri munculnya poster hoax tersebut. Itu lantaran, informasi hoax tersebut diakui sangat merugikan pihak Unikal.

Seperti diketahui, di poster hoax yang beredar tertera gambar logo Unikal dan Lentera Rakyat yang akan mengadakan lomba baca puisi tingkat SMA/SMK se-Kota Pekalongan. Dalam poster peserta salah satunya disyaratkan wajib membacakan puisi karya Wiji Tukul berjudul “Bunga dan Tembok”. Termasuk, tertera tempat pelaksanaan dan waktunya yang digelar di Auditorium Gedung C Unikal.

Terpisah, Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi menyatakan, jika kegiatan itu benar, pihak kepolisian belum menerima pemberitahuan secara resmi terkait adanya kegiatan tersebut. Namun demikian, berdasarkan hasil klarifikasi dengan pihak kampus, ternyata kegiatan tersebut tidak ada. “Dipastikan poster yang berisi kegiatan mahasiswa dalam Medsos itu ternyata hoax,” terang AKBP Enriko Sugiharto Silalahi.

Sumber :

  1. http://berita.suaramerdeka.com/ramai-di-medsos-unikal-bantah-gelar-acara-berbau-komunis/ 
  2. http://www.tribratanewspekalongankota.com/2017/02/berita-hoax-di-kota-pekalongan.html