Dalam kondisi negara yang sedang banyak mengalami gejolak seperti sekarang ini, semua pihak harus menjaga suasana jangan sampai timbul potensi kerusuhan. Hal yang perlu diwaspadai adalah berkembangnya isu dari media sosial jangan sampai di terima mentah-mentah karena banyak berita hoax berseliweran.
 
“Kita harus dewasa dalam berkomunikasi dalam media sosial dan jangan sampai terprovokasi oleh berita hoax,” demikian sambutan Walikota Pekalongan yang di wakili oleh Asisten Pemerintahan Sekretaris Daerah Drs. Doyo Budi Wibowo di ruang Amarta Setda Kota Pekalongan. Rabu (8//3).
 
Selain itu, ia mengharpkan masyarakat berperan serta secara aktif dalam deteksi dini masalah yang berkembang dimasayarakat karena informasi berkembang begitu cepat jangan sampai masalah di wilayah lain masuk dan berkembang di Kota Pekalongan.
 
Peran itu yang sekarang coba diaplikasikan melalui Rapat Koordinasi Bidang Pemerintahan dengan tema ‘Antisipasi Peran Pemerintah Dengan Berkembangnya Isu Sara (hoax) di Kota Pekalongan’ guna menyikapi masalah yang timbul baik secara nasional maupun lokal, dengan narasumber Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi.
 
Sementara itu , Kapolres Pekalongan Kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi yang bertindak sebagai narasumber mengatakan, Media Sosial memiliki kerawanan yang lebih besar dibanding media konvensional karena di media sosial siapa saja bisa memiliki media. Pengguna bisa dengan mudah men share berita tanpa verifikasi terlebih dahulu.
 
“Masyarakat harus waspada dan hati-hati dalam menyebarkan informasi yang belum di pastikan kebenarannya, isu Sara seperti PKI yang pernah terjadi di Universitas Pekalongan juga turut disumbangkan oleh berita hoax yang menyebar dan direspon dimasyarakat,” ujar AKBP Enriko.
 
Diakhri materinya Kapolres Pekalongan kota AKBP Enriko Sugiharto Silalahi mengajak untuk  bersama sama, bahu-membahu menjaga persatuan dan kesatuan bagi bangsa ini.
 
Sumber : http://tribratanewspoldajateng.com/2017/03/08/akbp-enriko-jangan-tanggapi-berita-hoax/